Tanda dan Gejala Penyakit Migren

Migren biasanya muncul bersama sakit kepala parah dan terjadi berulang hingga membuat seseorang tidak bisa melakukan aktifitas secara normal, yang berhubungan dengan gejala-gejala otonom. Sekitar 15-30% pasien migren mengalami migren dengan aura dan para pasien yang mengalami migren dengan aura juga seringkali mengalami migren tanpa aura. Tingkatan rasa sakit, lama terjadinya sakit kepala, dan frekuensi serangan bervariasi. Migren yang berlangsung hingga lebih dari 72 jam disebut status migrainosus. Ada empat fase yang kemungkinan terjadi sebelum munculnya migren :
  • Fase Prodromal

Prodromal atau gejala yang menjadi pertanda migren pada 60% pasien yang dimulai dua jam atau dua hari sebelum rasa sakit atau gejala aura bermula gejala-gejala ini bisa muncul dalam berbagai macam fenomena antara lain :
  1. Perubahan suasana hati,
  2. Mudah tersinggung,
  3. Depresi atau euforia,
  4. Lemas,
  5. Sangat menginginkan makanan tertentu,
  6. Otot kaku (terutama di bagian leher),
  7. Konstipasi/ sembelit atau diare, dan
  8. Semakin sensitif terhadap bau atau suara keras.
Gejala ini bisa muncul pada migren dengan aura maupun tidak.
  • Fase Aura

Aura yaitu fenomena neurologi fokus yang muncul sebelum atau selama sakit kepala. Gejala tersebut muncul selama lebih dari beberapa menit dan biasanya berakhir kurang dari 60 menit. Gejala-gejalanya bisa bersifat visual, sensorik atau motorik dan kebanyakan pasien mengalami lebih dari satu. Efek visual ada;ah yang paling umum dan terjadi pada lebih dari 99% kasus dan secara khusus pada lebih dari setengah jumlah kasus yang terjadi. Gangguan penglihatan seringkali berupa scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelap-kelip). Gangguan ini biasanya bermula di dekat pusat penglihatan lalu menyebar ke pinggir berupa garis-garis zigzag yang pernah digambarkan mirip benteng atau dinding kastil. Biasanya garis-garis tersebut berwarna hitam putih namun beberapa pasien juga melihat garis-garis berwarna. Beberapa pasien kehilangan sebagian lapang pandang mereka dan disebut sebagai hemianopsia sementara pasien yang lain mengalami pandangan kabur.

Aura Sensorik merupakan yang nomor dua paling umum muncul pada 30-40% pasien yang mengalami aura. Sering disertai rasa tertusuk-tusuk yang dimulai dari salah satu tangan dan lengan lalu menyebar ke area hidung-mulut pada sisi yang sama. Rasa kebas biasanya muncul setelah rasa kesemutan berakhir bersamaan dengan hilangnya indera posisi. Gejala-gejala lain fase aura antara lain : gangguan bicara atau bahasa, rasa berputar-putar, dan gangguan motorik yang lebih jarang muncul. Gejala motorik menandakan bahwa migren yang terjadi merupakan jenis hemiplegik, rasa lemas biasanya berlangsung lebih dari satu jam tidak seperti aura lainnya. Aura jarang terjadi tanpa diikuti sakit kepala, yang dikenal dengan nama migren diam.
  • Fase Rasa Sakit

Sederhananya, sakit kepala ini bersifat unilateral, denyut-denyut, dan intensitasnya ringan hingga parah. Biasanya rasa sakitnya terjadi secara bertahap dan semakin parah sering dengan bertambahnya aktifitas fisik. Meski demikian, pada lebih dari 40 % kasus, sakit kepala yang terjadi bersifat bilateral, biasanya juga disertai sakit leher. Sakit kepala bilateral hanya umum terjadi pada pasien migren tanpa aura. Kadangkala, sakitnya terutama terasa di bagian kepala belakang dan atas. Pada orang dewasa, sakit sakit biasanya berlangsung selama 4 hingga 72 jam sementara pada anak-anak, seringkali berlangsung kurang dari 1 jam. Frekuensi serangan bervariasi, dari hanya beberapa kali saja seumur hidup hingga beberapa kali seminggu, dengan rata-rata satu kali sebulan.
  •  Fase Posdromal

Efek migren dapat berlangsung selama beberapa hari setelah sakit kepala ini berakhir, efek ini dinamakan migren posdromal. Banyak pasien yang melaporkan rasa nyeri di bagian yang terserang migren, beberapa pasien juga melaporkan tidak dapat berpikir dengan normal selama beberapa hari setelah sakit kepala berakhir. Pasien mungkin mengalami kelelahan atau "hung over" dan rasa sakit kepala, gangguan kognitif, gejala gastrointestinal, perubahan suasana hati, dan lemah. Berdasrkan sebuah ikhtisar yang mengatakan "Sebagian pasien secara ganjil tiba-tiba merasa segar atau senang bukan main setelah serangan, sementara sebagian yang lain merasakan depresi dan gelisah"