Diagnosis migren dilakukan berdasarkan tanda dan gejala. Tes imaging kadang-kadang dilakukan untuk mengeluarkan penyebab-penyebab sakit kepala lainnya. Diyakini masih banyak sekali pasien dengan kondisi demikian belum terdiagnosis.
Diagnosis migren tanpa aura, menurut International Headache Society, dapat dilakukan berdasarkan kriteria berikut, yaitu kriteria "5,4,3,2,1" :
1. Lima atau lebih serangan- Untuk migren dengan aura, dua serangan sudah cukup digunakan untuk diagnosis.
2. Berlangsung selama beberapa jam sampai tiga hari.
3. Terjadi dua atau lebih gejala di bawah ini :
2. Berlangsung selama beberapa jam sampai tiga hari.
3. Terjadi dua atau lebih gejala di bawah ini :
- Unilateral (terjadi pada setengah bagian kepala),
- Berdenyut-denyut,
- Intensitas rasa sakit sedang atau parah,
- Semakin memburuk atau menyebabkan pasien menghindari aktifitas fisik biasanya.
4. Terjadi satu atau lebih gejala berikut ini :
- Mual dan/ muntah,
- Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) dan suara (fonofobia).
Bila seseorang mengalami dua dari gejala berikut : Fotofobia, mual, atau tidak dapat bekerja/belajar selama seharian maka kemungkinan besar terdiagnosis migren. Pasien yang mengalami empat dari lima gejala berikut : Sakit kepala berdenyut-denyut, terjadi selama 4-72jam, rasa sakit di salah satu sisi kepala, mual, atau gejala-gejala yang mempengaruhi aktifitas kehidupan seseorang, maka kemungkinan besar didiagnosis migren adalah 92% pasien yang mengalami kurang dari tiga gejala-gejala ini hanya memiliki kemungkinan besar 17%.